Wednesday, December 18, 2019

Dewi Rejeki dan Jodoh di Pura Candi Narmada Tanah Kilap-Pelinggih Ratu Niang Sakti

Pura Candi Narmada Tanah Kilap sangat terkenal di Kota Denpasar. Pura ini merupakan stana dari Ida Bhatari Ratu Niang Sakti. Pemedek di di luar kota Denpasar biasanya kurang akrab dengan Nama “Ratu Niang Sakti” apabila ditanya. Konon, pura ini diberi nama Pura Tanah Kilap karena ketika Dang Hyang Nirartha moksa di Pura Uluwatu, ada kilatan yang dahsyat di lokasi tempat pura ini dibangun.

Sejarah pura ini tertulis di lontar yang ditemukan di Griya Gede Gunung Beau Muncan, Karangasem. Dulunya, Pura ini hanya segundukan batu tanpa nama. Sebelum pura ini semegah dan seindah sekarang, konon dulunya nelayan yang mencari nafkah di sekitar lokasi pura pernah tidak mendapat ikan satupun selama tiga hari berturut-turut.

Akhirnya, nelayan yang bernama Pan Sateng mesesangi (membuat janji) mengadakan Pakelem Suku Pat Metanduk Mas memohon agar daerah di sana agar ada ikan yang bisa ditangkap sebagai sumber mata pencaharian. Ternyata benar. Doa dari Pan Sateng terkabul. Setelah upacara dilangsungkan, berbagai jenis ikan mulai bermunculan. Bahkan penyu-penyu juga ikut bermunculan. Merasa bersyukur atas kejadian tersebut, dibuatlah pelinggih di sana. Hari demi hari, tangkapan ikan pun semakin banyak. Suatu hari Pan Sateng mendapat pawisik kalau yang melinggih di sana adalah Betari Ratu Niang Lingsir atau Ratu Niang Sakti. Disebut Ratu Niang Lingsir, karena wujud beliau yang menyerupai seorang nenek-nenek.

Pada tahun 1958 ada seorang ibu dari Kuta mendapat pawisik untuk membangun sanggar agung di kawasan pelinggih Ida Betari Ratu Niang Sakti. Setelah Sanggar Agung tersebut dibangun, pemedek semakin ramai berdatangan. Seiring dengan perkembangan Zaman, pembangunan pura dan penambahan-penambahan pelinggih lain terus dilakukan.

Pura Candi Narmada Tanah Kilap merupakan pura yang hampir tidak pernah sepi pengunjung hingga saat ini. Setiap harinya, ada saja yang sembahyang di pura ini. Hal ini karena pura ini dipercaya dapat mempermudah rejeki dan jodoh para pemedeknya. Pada hari raya seperti purnama, tilem atau kajeng kliwon, dan hari-hari suci lainnya, pemedek akan membludak bahkan kadang hingga mengantri untuk sembahyang di Pura ini. Pemedek yang paling banyak datang khususnya Para muda-mudi. Banyak dari mereka akan membawa lekesan, yang konon dipercaya sebagai sesajen kesukaan beliau.

No comments:

Post a Comment

Wanita Wajib Tahu, 5 Cara Menjaga Kesehatan Rahim

Rahim merupakan organ reproduksi wanita yang perlu diperhatikan kesehatannya. Berikut merupakan lima cara untuk menjaga kesehatan Rahim. 1...