Pura Candi Narmada Tanah Kilap
sangat terkenal di Kota Denpasar. Pura ini merupakan stana dari Ida Bhatari
Ratu Niang Sakti. Pemedek di di luar kota Denpasar biasanya kurang akrab dengan
Nama “Ratu Niang Sakti” apabila ditanya. Konon, pura ini diberi nama Pura Tanah
Kilap karena ketika Dang Hyang Nirartha moksa di Pura Uluwatu, ada kilatan yang
dahsyat di lokasi tempat pura ini dibangun.
Sejarah pura ini tertulis di
lontar yang ditemukan di Griya Gede Gunung Beau Muncan, Karangasem. Dulunya,
Pura ini hanya segundukan batu tanpa nama. Sebelum pura ini semegah dan seindah
sekarang, konon dulunya nelayan yang mencari nafkah di sekitar lokasi pura
pernah tidak mendapat ikan satupun selama tiga hari berturut-turut.
Akhirnya, nelayan yang bernama
Pan Sateng mesesangi (membuat janji) mengadakan Pakelem Suku Pat Metanduk Mas
memohon agar daerah di sana agar ada ikan yang bisa ditangkap sebagai sumber
mata pencaharian. Ternyata benar. Doa dari Pan Sateng terkabul. Setelah upacara
dilangsungkan, berbagai jenis ikan mulai bermunculan. Bahkan penyu-penyu juga
ikut bermunculan. Merasa bersyukur atas kejadian tersebut, dibuatlah pelinggih
di sana. Hari demi hari, tangkapan ikan pun semakin banyak. Suatu hari Pan
Sateng mendapat pawisik kalau yang melinggih di sana adalah Betari Ratu Niang
Lingsir atau Ratu Niang Sakti. Disebut Ratu Niang Lingsir, karena wujud beliau
yang menyerupai seorang nenek-nenek.
Pada tahun 1958 ada seorang ibu
dari Kuta mendapat pawisik untuk membangun sanggar agung di kawasan pelinggih
Ida Betari Ratu Niang Sakti. Setelah Sanggar Agung tersebut dibangun, pemedek
semakin ramai berdatangan. Seiring dengan perkembangan Zaman, pembangunan pura
dan penambahan-penambahan pelinggih lain terus dilakukan.
Pura Candi Narmada Tanah Kilap
merupakan pura yang hampir tidak pernah sepi pengunjung hingga saat ini. Setiap
harinya, ada saja yang sembahyang di pura ini. Hal ini karena pura ini
dipercaya dapat mempermudah rejeki dan jodoh para pemedeknya. Pada hari raya
seperti purnama, tilem atau kajeng kliwon, dan hari-hari suci lainnya, pemedek
akan membludak bahkan kadang hingga mengantri untuk sembahyang di Pura ini.
Pemedek yang paling banyak datang khususnya Para muda-mudi. Banyak dari mereka
akan membawa lekesan, yang konon dipercaya sebagai sesajen kesukaan beliau.
No comments:
Post a Comment