Friday, April 3, 2020

Wanita Wajib Tahu, 5 Cara Menjaga Kesehatan Rahim



Rahim merupakan organ reproduksi wanita yang perlu diperhatikan kesehatannya. Berikut merupakan lima cara untuk menjaga kesehatan Rahim.

1. Menjaga kestabilan hormon

Menjaga kadar hormon estrogen seimbang dalam tubuh dapat menjaga kesuburan wanita. Ketidakseimbangan hormone merupakan salah satu faktor terjadinya kanker Rahim. Untuk menjaga kestabilan hormon dapat dilakukan dengan menjaga pola tidur dan mengidealkan berat badan.

2. Mengonsumsi makanan yang kaya vitamin E dan C

Mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin E dan C dapat menjaga kesehatan Rahim.  Vitamin E dapat mencegah penurunan ovulasi dan mempertebal dinding Rahim (popmama.com). Vitamin C mampu meningkatkan imunitas tubuh. Dengan begitu, kekebalan Rahim terhadap infeksi bakteri akan lebih meningkat. vitamin E bisa ditemukan pada biji bunga matahari, kacang tanah, Alpukat, dan lain-lain. Sedangkan vitamin C bisa ditemukan pada jeruk, jambu biji, papaya, nanas, dan lain-lain.

 3. Menjaga kebersihan vagina

Menjaga kesehatan vagina akan membuat Rahim juga sehat karena vagina dan Rahim merupakan satu kesatuan dalam organ reproduksi wanita. Menjaga kesehatan vagina dapat dilakukan dengan tidak bergonta-ganti pasangan. Kegiatan tersebut dapat menimbulkan berbagai penyakit kelamin. Kontak seksual akan mempercepat penularan virus seperti Human  immunodeficiency virus (HIV) dan Human Papilloma Virus (HPV). Selain itu, jika anda memiliki kebiasaan untuk menahan kencing sebaiknya anda segera hentikan kebiasaan tersebut. Hal tersebut karena urin mengandung banyak bakteri dan bisa membuat infeksi pada saluran kemih. Infeksi ini dapat menjalar ke vagina hingga Rahim.

 4. Olahraga secara rutin

Olahraga yang membuat rileks seperti yoga dan renang dapat menjaga kesehatan Rahim.

5. Check up rutin ke ginekologi

Check up rutin kondisi Rahim secara teratur sangat penting untuk mengantisipasi penyakit yang menyerang rahim sejak dini.

Friday, March 27, 2020

CARA MEMBUKA 7 CAKRA



Seperti aliran air, energi mengalir di dalam tubuh kita. Energi yang mengalir tersebut adalah cakra. Ada 7 cakra di dalam tubuh kita. Masing-masing cakra memiliki fungsinya. Tertutupnya cakra diakibatkan oleh perasaan yang kita buat sendiri.  Berikut merupakan jenis-jenis cakra dan cara membukanya.
  1. Cakra yang pertama adalah Cakra Bumi/Maludara. Cakra Bumi terletak di pangkal tulang belakang. Cakra ini berhubungan dengan kelangsungan hidup. Cakra ini tertutup oleh rasa takut. Kalian bisa mengingat-ngingat apa yang paling kalian takuti dan izinkan ketakutan itu semakin jelas dan bersiap untuk menghadapi rasa takut itu.
  2. Cakra Air/Svadhisthana. Cakra Air terletak di bawah perut. Cakra ini berhubungan dengan kesenangan dan bisa tertutup oleh rasa bersalah. Kalian bisa kembali mengingat-ngingat hal apa saja yang membuat kalian merasa bersalah selama ini. Apa yang menyebabkan kalian menyalahkan diri sendiri. Lalu terima kenyataan bahwa hal itu telah terjadi dan tidak dapat diubah, maafkan diri kalian dan jangan biarkan rasa bersalah itu meracuni energi kalian.
  3. Cakra Api/Manipura. Cakra Api terletak di perut. Cakra ini berhubungan dengan tekad dan dapat tertutup oleh rasa malu. Kalian bisa mengingat kembali hal-hal yang membuat kalian malu. Hal-hal yang memalukan akibat perilaku kalian di masa lalu. Untuk mencapai keseimbangan dalam hidup, kita harus menerima realita yang terjadi dan jujur terhadap diri sendiri.
  4. Cakra Jantung/Anahata. Cakra Jantung terletak di Jantung. Cakra ini berhubungan dengan cinta dan bisa tertutup oleh kesedihan. Kalian bisa mengingat kembali kesedihan-kesedihan yang kalian alami di masa lalu. Kalian mungkin akan merasakan kembali kesedihan kalian dan kemudian merasakan kehampaan. Tapi cinta adalah bentuk dari energi dan itu berada di sekitar kita. Cinta yang hilang di masa lalu dari siapapun tidak benar-benar hilang. Cinta itu akan muncul kembali dalam wujud lain.
  5. Cakra Tenggorokan/Vishuddha. Terletak di Tenggorokan. Cakra ini berhubungan dengan kebenaran dan bisa tertutup oleh kebohongan. Kita harus menerima siapa kita dan selalu mengatakan hal-hal sejujurnya tentang kita.
  6. Cakra Mata Ketiga/Ajna. Cakra ini terletak di tengah-tengah dahi. Cakra ini berhubungan dengan wawasan dan bisa tertutup oleh ilusi. Ilusi terbesar di dunia ini adalah ilusi dari perpisahan. Sebagai contoh, kita cenderung memisahkan manusia berdasarkan ras, suku dan agama. Padahal kita semua adalah sama yaitu manusia. Kita semua sebenarnya terhubung satu sama lain.
  7. Cakra Mahkota/Sahasrara. Cakra Mahkota terletak di ubun-ubun. Cakra ini berhubungan dengan energi kosmik yang murni dan bisa tertutup oleh keterikatan.  Membuka cakra ini akan membuat kalian sadar akan segala tindakan kalian. Sekarang ingat apa yang membuat kalian terikat, jika itu seseorang yang kalian cintai, cobalah lepaskan keterikatan tersebut, perlahan, lalu lupakan.  

Wednesday, January 1, 2020

Dasa Punnakiriyavatthu; 10 Kebajikan Dalam Ajaran Buddha

Buddha menjabarkan 10 jenis perbuatan baik yang kemudian disebut dengan Dasa Punnakiriyavatthu. Dasa Punnakiriyavatthu terdiri dari empat kata, yaitu dasa, punna, kiriya dan vatthu. Dasa artinya sepuluh, Punna artinya jasa, baik, bajik, manfaat, berguna, Kiriya artinya melakukan, vatthu artinya dasar, hal, cara. Dasa Punnakiriyavatthu artinya sepuluh hal yang dapat dilakukan untuk melaksanakan kebajikan atau perbuatan baik. Berikut merupakan bagian-bagian dari Punnakiriyavatthu.

1. DANA atau beramal
2. SILA yang artinya hidup penuh dengan etika
3. BHAVANA artinya meditasi yaitu melatih pikiran yang baik dengan menujukan pikiran pada satu obyek.
4. APACAYANA artinya rendah hati
5.VEYYAVACCA Artinya berbakti serta bersemangat dalam melakukan hal-hal yang patut dilakukan.
6. PATTIDANA artinya berbagi kebahagiaan dengan sesama makhluk
7. PATTANUMODANA artinya bahagia saat melihat semua makhluk berbahagia

8.  DHAMMASAVANA Artinya mempelajari dan sering mendengarkan dhamma/ceramah
9. DHAMMADESANA Artinya menyebarkan atau menerangkan dhamma
10. DITTHUJUKAMMA Artinya berpandangan hidup yang benar.

Thursday, December 19, 2019

Wat Saket - Golden Mount Temple

Wat Saket Ratcha Wora Maha Wihan (Thai: วัดสระเกศราชวรมหาวิหาร, atau yang biasa disingkat dengan Wat Saket) merupakan Kuil Buddha yang ada di Bangkok. Temple ini dibangun pada era Ayutthaya dengan nama Wat Sakae. Ketika pemerintahan Raja Rama 1 dan Bangkok menjadi pusat pemerintahan (ibu kota), Temple ini direnovasi dan diganti nama menjadi Wat Saket.

Di kuil ini juga terdapat sebuah gong besar. Warga percaya, jika memukul gong tersebut sebanyak tiga kali lalu memohon suatu permohonan, konon bisa terkabul. Selain itu,jangan lupa untuk membunyikan semua lonceng yang ada sepanjang jalan menuju kuil sebelum kalian sembahyang ya :)


Pura Tirta Empul - Bule Juga Ikut Melukat

Pura Tirta Empul memang tidak pernah kehilangan pesonanya. Terbukti dengan banyaknya wisatawan baik domestik maupun mancanegara setiap hari berbondong-bondong datang untuk melihat keindahan pura. Bahkan, mereka juga ikut melukat bersama umat Hindu di Bali. Banyak dari mereka yang antusias untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Melukat merupakan kegiatan pebersihan pikiran dan jiwa dalam diri manusia. Dengan melukat, dipercaya akan memberi pengaruh positif bagi yang melaksanakannya. Di Bali, umat Hindu mayoritas rutin melakukan kegiatan melukat. Biasanya, ketika pertama kali melukat di suatu pura, pemedek disarankan untuk menghaturkan pejati sebagai tanda keseriusan untuk melaksanakan pembersihan diri.

Untuk kalian yang senang melukat, Pura Tirta Empul merupakan pura yang tidak boleh dilewatkan. Pura yang terkenal dengan mata air sucinya ini terletak di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Pengunjung pura akan semakin ramai ketika hari-hari tertentu seperti Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon dan hari suci lainnya. Selain terkenal dengan mata air sucinya, Pura ini juga berdampingan dengan Istana Presiden yang dibangun setelah kemerdekaan Indonesia.

Pura Goa Lawah - Bat Cave Temple

Pura Goa Lawah merupakan Pura yang terkenal dengan sebuah Goa yang di dalam pura yang dipenuhi dengan Kelelawar. (Lawah artinya kelelawar). Pura ini sangat sejuk dan menenangkan. Banyaknya pohon yang rindang dan lokasinya yang dekat dengan pantai membuat pura ini semakin mempesona. Tak heran, banyak wisatawan domestik maupun mancanegara tidak lupa untuk menambahkan Goa Lawah ke dalam list perjalanan mereka.

Pura yang terletak di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung,Bali ini sangat erat hubungannya dengan Pura Besakih. Ketika umat Hindu selesai melaksanakan upacara Ngaben, maka mereka akan melaksanakan persembahyangan ke Pura Goa Lawah terlebih dahulu. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan persembahyangan di Pura Besakih.

Wednesday, December 18, 2019

Pura Goa Gajah-Sinkretisme Hindu-Buddha

Pura Goa Gajah terletak di Desa Bedulu, kecamatan Blahbatuh, kabupaten Gianyar. Pura Goa Gajah merupakan salah satu situs warisan dunia yang dicatat oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada tanggal 19 Oktober 1995 dalam bidang kebudayaan. Asal-usul nama Goa Gajah sendiri dijelaskan di dalam lontar Negarakertagama yang disusun oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 M. Nama tersebut diperoleh dari kata “ Lwa Gajah”. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, maka kata “ Lwa “ berarti sungai dan Gajah berarti wihara, tempat pemujaan para Bhiksu umat beragama Buddha. Sehingga, kata “ Lwa Gajah” dapat diartikan sebagai tempat pertapaan para Bhiksu umat Buddha yang letaknya berada di tepi sungai.

Di dalam Pura ini, terdapat gua buatan yang berfungsi sebagai tempat sembahyang. Uniknya, permukaan goa tersebut dipenuhi dengan ukiran karang boma. Jalan di dalam Goa membentuk huruf T, dengan tinggi dan lebar sekitar 2 meter. Goa tersebut diperkirakan merupakan tempat bertapa para biksu dari umat Buddha, di ujung goa terdapat sebuah arca Ganesha dan 3 buah lingga. Keberadaan Goa gajah ini menandakan sudah terjadi sinkretisme agama Hindu dan Buddha pada masa kerajaan Bali kuno. Hal ini menunjukkan bahwa Umat Hindu dan Umat Buddha saat itu hidup rukun dan berdampingan.

Di dekat Goa tersebut, terdapat tujuh pancuran suci. Konon, ketujuh pancuran tersebut merupakan lambang dari tujuh sungai penting yang sangat dihormati di tanah India. Jika anda menyusuri lebih jauh ke “Buddha Temple”, anda akan melihat banyak bongkahan patung-patung Buddha yang sudah rusak di dekat sungai. Rusaknya patung-patung Buddha tersebut diakibatkan oleh bencana alam yaitu gempa bumi. Semoga saja Pura ini cepat direnovasi dan Patung Buddha di “Buddha Temple” segera dibangun kembali agar lebih menjalin keharmonisan antara Umat Hindu dan Buddha di Bali. Selain itu, pastinya akan menambah daya tarik dari para wisatawan lokal maupun mancanegara. 

Wanita Wajib Tahu, 5 Cara Menjaga Kesehatan Rahim

Rahim merupakan organ reproduksi wanita yang perlu diperhatikan kesehatannya. Berikut merupakan lima cara untuk menjaga kesehatan Rahim. 1...